30 Lebih Tempat Wisata di Purwakarta Jawa Barat 2018
sebagai salah satu kota tua yang berdiri pada abad ke-17, dengan
topografi yang meliputi daratan, pegunungan, perbukitan dan danau yang
luasnya hampir berimbang, membuat salah satu kabupaten yang ada di
Propinsi Jawa Barat ini memiliki potensi yang besar di sektor
pariwisata, baik wisata alam maupun wisata sejarah.
Potensi tersebut semakin diperkuat dengan lokasi geografisnya yang
strategis, berada di tiga jalur utama lalu lintas, yaitu Purwakarta –
Cirebon, Purwakarta – Bandung dan Purwakarta – Jakarta, sehingga mudah
dijangkau oleh siapapun yang ingin berkunjung ke Purwakarta dan
sekitarnya.
Potensi itulah yang ditangkap dengan baik oleh Pemerintah Daerah kab.
Purwakarta, lewat berbagai upaya peningkatan industri pariwisata,
utamanya dengan meningkatkan infrastruktur yang ada, sehingga industri
pariwisata dapat berkembang dengan pesat.
Berbagai upaya untuk menggenjot sektor pariwisata itulah yang membuat
tempat wisata di Purwakarta tidak hanya bertumpu pada wisata alam dan
wisata sejarah, tapi juga merambah ke wisata buatan yang jumlahnya terus
bertambah.
Berikut tempat wisata di Purwakarta dan sekitarnya yang selalu dibanjiri oleh pengunjung di sepanjang tahun 2018.
1. Taman Air Mancur Sri Baduga Maharaja
Lokasi: JL. Lodaya Kampung Baru No.46, Kelurahan Nagri Kidul, Kecamatan Purwakarta
Koordinat: Klik di siniTarif: Gratis
Jam Operasional: Senin – Jumat 05.00 – 09.00 WIB dan 17.00 – 19.00 WIB, Sabtu – Minggu 19.30 – 22.30 WIB
Koordinat: Klik di siniTarif: Gratis
Jam Operasional: Senin – Jumat 05.00 – 09.00 WIB dan 17.00 – 19.00 WIB, Sabtu – Minggu 19.30 – 22.30 WIB

Disebut-sebut sebagai Taman Air Mancur terbesar di Asia Tenggara yang
keindahannya tidak kalah dari Air Mancur Wing of Time yang ada di
Singapura ini dibangun sejak tahun 2013 dan baru diresmikan pada 9
Januari.
Air Mancur Sri Baduga Maharaja dikelilingi taman seluas 2 hektar dan
mampu memancarkan air setinggi 6 meter serta menari-nari dengan iringan
musik yang harmonis serta light effect dari sinar laser yang
berwarna-warni.
Keindahan air mancur ini menjadi semakin sempurna, karena di sekitar
tempat tersebut terdapat Situ Baleud yang memiliki luas sekitar 4
hektar.
2. Waduk Cirata

Waduk tertinggi di Indonesia ini menempati lahan seluas 43.000 hektar
yang terbentang di 3 kabupaten, yakni kabupaten Purwakarta, Bandung dan
Cianjur.
Waduk yang menampung aliran sungai Citarum tersebut dimanfaatkan sebagai
PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) yang dapat menghasilkan daya
listrik sebanyak 1.000 MW.
Dengan latar belakang bebukitan hijau yang mengelilinginya, pemandangan
di sekitar Waduk Cirata ini sangat indah, dan juga sangat menarik untuk
dijadikan background foto. Tidak heran jika tempat ini banyak dikunjungi
para wisatawan, terutama pada saat liburan.
3. Waduk Jatiluhur
Waduk serbaguna yang pertama di Indonesia ini dibangun pada tahun 1957
dan dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti PLTA, budidaya ikan,
bahan baku air minum, irigasi pertanian, sampai dengan wisata.
Waduk Jatiluhur merupakan salah satu wisata air yang menjadi kebanggaan
Purwakarta, karena kabupaten ini memang tidak mempunyai batas laut,
sehingga tidak memiliki wisata pantai.
Dengan latar belakang perbukitan dan gunung-gunung yang menjulang
tinggi, serta pohon-pohon rindang di sekitarnya, membuat Waduk Jatiluhur
menghadirkan suasana yang sejuk, asri dan damai.
Bukan hanya keindahan panoroma saja yang membuat para wisatawan banyak
yang berkunjung ke spot wisata ini, tapi juga berbagai fasilitas yang
menyertainya.
Seperti menikmati pemandangan dari atas permukaan air sambil memancing
dengan menyewa perahu, fasilitas bar, restoran, hotel, bungalow, kolam
renang dengan water slide, lapangan tenis, bumi perkemahan, wahana
bermain anak, gedung pertemuan dan playground, serta fasilitas yang
lain.
4. Grama Tirta Jatiluhur

Memanfaatkan pesona wisata Waduk Jatiluhur, Pemerintah setempat melalui
Perum Jasa Tirta II pun membangun kawasan wisata terpadu yang diberi
nama Grama Tirta Jatiluhur.
Di tempat ini para wisatawan dapat menikmati berbagai macam wisata air,
mulai dari berperahu, bersepeda air, berenang di kolam, berselancar,
melakukan outbond, atau berkemah.
Tersedia pula Jatiluhur Convention & Resort Hotel bagi mereka yang
ingin bermalam atau menggelar acara dengan mengundang banyak orang.
Masih di kawasan Grama Tirta Jatiluhur, Anda juga dapat menjumpai
Jatiluhur Waterworld dengan berbagai wahana permainan air bagi anak-anak
hingga orang dewasa.
Seperti kolam dengan berbagai bentuk dan ukuran, mulai dari kolam
seluncur, kolam dangkal sampai dengan kolam standard olimpiade, bungge
trampoline, wahana ember rumpah, flying fox, dan wahana bermain lainnya.
Tiket untuk masuk ke lokasi ini sebesar Rp.27.500 untuk hari biasa,
Rp.30.000 untuk hari Sabtu dan Minggu, serta Rp.40.000 untuk hari libur
nasional.
5. Desa Wisata Sejuta Batu

Jelajahi objek desa Sejuta Batu merupakan tantangan yang menarik bagi
para pecinta wisata adventure, karena selain dapat menikmati alamnya
yang indah, berbagai aktifitas menarik juga dapat dilakukan di tempat
ini.
Seperti mengeksplorasi keindahan gunung Salasih dan gunung Batok, rock
climbing di gunung Parang, melihat situs unik Telapak Kaki Jonggrang
Kalapitung, memancing, offroad, dan masih banyak lagi aktifitas wisata
lainnya.
Disebut desa Sejuta Batu karena di sekitar lokasi ini banyak dijumpai
gunung batu yang kerapkali dijadikan sebagai tempat kegiatan para
pecinta alam. Keindahan alam di desa wisata ini juga sangat mempesona,
sehingga kerap dijadikan lokasi pemotretan untuk pre-wedding.
6. Panenjoan
Lokasi: Kampung Cinangka, Desa Sindang Panon, Kecamatan Bojang
Koordinat: Klik di sini
Tarif: Rp.5000
Jam Operasional: 09.00 – 15.00 WIB
Koordinat: Klik di sini
Tarif: Rp.5000
Jam Operasional: 09.00 – 15.00 WIB

Panenjoan dalam bahasa Sunda memiliki arti “Tempat Memandang”. Di
sinilah para wisatawan akan dapat menikmati pemandangan indah dari
hamparan perkebunan teh yang dikelola PT Karti Wana Raya.
Untuk itu pihak pengelola telah menyiapkan balkon-balkon khusus, serta
titian dari kayu berukuran 3 meter lebih dengan kapasitas 40 orang.
Selain hijaunya hamparan teh yang instagramable, pada sore hari para
wisatawan juga dapat menikmati keindahan matahari tenggelam.
Tidak hanya wisata alam saja yang disuguhkan Panenjoan, tapi juga wisata
religi yaitu Makam Syaikh Daka yang juga dikenal dengan Syaikh
Serepong, adik dari Syaikh Dako Rancadarah Purwakarta. Tempat berjiarah
ini biasanya ramai pada setiap malam Jumat.
7. Pasanggrahan Pajajaran
Lokasi: JL. Gandanegara, Kabupaten Purwakarta
Koordinat: Klik di siniTarif: Gratis
Jam Operasional: Senin – Jumat 06.00 – 09.00 WIB, 16.00 – 18.00 WIB dan 19.30 – 20.00 WIB, Minggu dan Hari Libur 06.00 – 20.30 WIB
Koordinat: Klik di siniTarif: Gratis
Jam Operasional: Senin – Jumat 06.00 – 09.00 WIB, 16.00 – 18.00 WIB dan 19.30 – 20.00 WIB, Minggu dan Hari Libur 06.00 – 20.30 WIB

Landmark yang baru diresmikan pada bulan Agustus ini menempati lahan
seluas 3 hektar dengan konsep bernuansa etnik Sunda yang dipadu dengan
seni arsitektur modern. Dengan desain eksterior yang menarik tersebut,
diharapkan dapat mengundang banyak wisatawan untuk melihat apa saja yang
ada di dalam bangunan Pasanggrahan Pajajaran yang di setiap sudutnya
dihiasi dengan taman dengan berbagai macam tanaman bunga yang indah.
Setidaknya ada 3 spot yang ada di tempat ini, yaitu bagian Bale Maya
Datar yang diisi dengan musium mini Keramik Plered sebagai bentuk
penghargaan terhadap pengrajin keramik Plered yang merupakan ikon
Purwakarta, bagian lorong bawah tanah yang terdiri atas 5 pintu dan
disebut Pancainti, serta empat Leuit atau tempat penyimpanan padi.
8. Mata Air Cijanunan
Lokasi: Kampung Cijanuan dan Lembang, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Bojong
Koordinat: Klik di sini
Jam Operasional: 08.00 – 17.00 WIB
Koordinat: Klik di sini
Jam Operasional: 08.00 – 17.00 WIB

Kolam renang berukuran 10 x 6 meter yang ada di tempat ini memang
terkesan sederhana karena awalnya adalah kolam penampungan air yang
dibangun PDAM untuk distribusi air ke wilayah perkotaan. Namun setelah
dikembangkan oleh warga setempat, kolam sederhana tersebut ramai
dikunjungi para wisatawan, karena air yang ada di kolam ini berasal dari
sumber alami yang tidak pernah kering meski musim kemarau sekalipun,
dan merupakan air khas pegunungan yang sejuk dan segar serta tidak
terkontaminasi.
Selain berenang, pengunjung juga dapat berjalan-jalan di sekeliling
lokasi kolam sambil menikmati hijaunya pepohonan serta sejuk dan
segarnya udara yang cukup jauh dari wilayah perkotaan.
9. Sungai Cikondang
Lokasi: Kampung Tanjak Nangsi, Desa Raharja, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta
Koordinat: Klik di sini
Tarif: Rp.60.000/orang untuk wisata Body Rafting
Jam Operasional: 08.00 – 16.00 WIB
Koordinat: Klik di sini
Tarif: Rp.60.000/orang untuk wisata Body Rafting
Jam Operasional: 08.00 – 16.00 WIB

Bagi mereka yang menyukai wisata adventure, Sungai Cikondang bisa
dijadikan alternatif untuk dikunjungi, karena di tempat ini Anda akan
dapat menguji adrenalin lewat aktifitas Body Rafting, yaitu duduk di
atas ban sambil menyusuri derasnya air sungai Cikodang yang jernih.
Selama kurang lebih satu jam Anda akan dibawa oleh arus air melewati
batu-batu sungai yang besar, jeram-jeram yang menegangkan, sambil
menikmati indahnya pemandangan sekeliling yang berlatarbelakang rumpun
bambu, area persawahan serta hutan.
Daya tarik dari tempat wisata alam yang dikelola karang taruna setempat
ini juga terdapat pada tebing batu yang ada di sekelilingnya. Pada
beberapa tebing batu tersebut dapat dijumpai sumber mata air yang keluar
dari sela-sela bebatuan, dan airnya yang segar dapat diminum langsung
untuk menghilangkan rasa dahaga.
10. Sungai Cidomas

“Blue River” istilah itulah yang disematkan banyak wisatawan bagi Sungai
Cidomas karena warna air sungainya yang hijau kebiru-biruan serta
sangat jernih. Di sekitar sungai dapat dilihat bebatuan yang ditata alam
dengan sangat indah dan rindangnya pepohonan yang membuat udara
sekeliling terasa sejuk dan segar. Suasana di sungai ini juga menebarkan
aroma romantis lewat sebuah curug atau air terjun kecil dengan airnya
yang deras mengalir.
Di tempat ini pengunjung dapat menikmati segarnya air sungai dengan
berenang sepuas-puasnya, mulai dari anak-anak sampai dewasa, karena
kedalaman air sungai beragam, mulai dari 10 cm sampai dengan 2 meter.
Setelah puas berenang, dapat menikmati hidangan nasi liwet yang dapat
dipesan pada warga setempat seharga Rp.100.000 untuk makan
beramai-ramai, atau berfoto selfie dengan mengambil latar belakang
pemandangan di sekitar yang indah.
11. Curug Tilu

Disebut sebagai Grand Canyonnya Purwakarta, karena air yang ada di Curug
Tilu ini memiliki warna kehijauan yang berpadu indah dengan kontur
bebatuan sungai serta pepohonan yang ada di sekelilingnya. Aliran air
terjun yang melewati batu sungai berundag, menjadi pemandangan yang luar
biasa, dan sangat instagramable, sehingga tidak sedikit mereka yang
datang ke sana, tidak hanya mandi dan menikmati segarnya air pegunungan,
tapi juga memanfaatkan keindahan alam untuk berfoto.
Curug Tilu masih terjaga keasliannya, karena lokasinya cukup terpencil,
setidaknya harus berjalan kaki sekitar 1 km dari jalan utama. Meski
harus bersusah payah untuk menempuh perjalanan, Anda tidak akan merasa
lelah, karena pemandangan di sekeliling yang memanjakan mata. Terlebih
jika sudah sampai di tempat.
Di dekat air terjun, juga tersedia homestay yang dilengkapi hammock
(ayunan) serta tempat untuk berenang. Tidak butuh biaya mahal untuk
dapat menikmati fasilitas yang ada di homestay tersebut, cukup dengan
membayar Rp.50.000, Anda sudah dapat menikmati semuanya termasuk
hidangan nasi liwet.
12. Curug Suhada

Dengan tebing berketinggian sekitar 7 meter, membuat jatuhnya air dari
atas ketinggian Curug Suhada terlihat eksotis, terlebih pemandangan
sekelilingnya sangat menawan. Menariknya, aliran air terjun ini sangat
bersahabat, sehingga para pengunjung yang datang tidak pernah melewatkan
kesempatan untuk mandi di bawah guyuran air terjun yang segar.
Karena masih belum dikelola dengan maksimal, pengunjung yang datang
tidak dipungut biaya alias gratis. Namun konsekuensinya, di tempat ini
juga belum ditemui fasilitas yang memadai untuk para wisatawan. Jalan
untuk menuju ke lokasipun juga masih cukup sulit. Namun perjalanan yang
berat tersebut akan terbayar lunas begitu sampai di tempat tujuan,
karena keindahan Curug Suhada memang luar biasa.
13. Situ Wanayasa
Lokasi: JL Raya Wanayasa, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta
Koordinat: Klik di sini
Tarif: Gratis
Koordinat: Klik di sini
Tarif: Gratis

Dengan latar belakang gunung Burangrang, bukit hijau dan pepohonan di
sekeliling danau, ditambah airnya yang jernih membuat pemandangan yang
terhamnpar di sekitar Situ Wanayasa ini menyejukkan mata. Pengunjung
tidak hanya disuguhi keindahan alam saja saat datang ke sini, tapi juga
sajian berbagai macam wisata kuliner dari rumah-rumah makan yang berdiri
di sekitar Situ Wanayasa. Bagi yang ingin bereksplorasi di atas
permukaan air dengan mengelilingi danau atau memancing, dapat menyewa
perahu dan bebek kayuh yang telah disiapkan bagi para wisatawan.
Di tengah danau yang luasnya sekitar 7 hektar ini, pengunjung juga dapat
menjumpai sebuah pulau kecil tempat dimakamkannya RA Suriawinata,
pendiri Purwakarta yang juga pernah menjabat sebagai Bupati Karawang
ke-9. Untuk menuju ke Pulau kecil tersebut, pengunjung dapat menggunakan
jembatan semi permanen yang menghubungkan sisi danau dengan pulau.
14. Curug Cipurut
Lokasi: Desa Sumurugul, Kecamatan Babakan, Kabupaten Purwakarta
Koordinat: Klik di sini
Tarif: Rp.3000
Koordinat: Klik di sini
Tarif: Rp.3000

Karena menjadi bagian dari Cagar Alam “Gunung Burangrang”, Curug Cipurut
pun berada dalam pengelolaan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa
Barat I. Air terjun alami yang saat ini mulai dikembangkan tersebut,
memiliki 3 curug, yaitu curug utama dengan ketinggian 25 meter, dan 2
curug lainnya yang lebih landai. Karena lokasinya yang landai dan arus
air yang bersahabat, membuat para pengunjung banyak yang memanfaatkan
kedua curug tersebut untuk mandi dan berenang serta bermain seluncur.
Menyuguhkan pemandangan dan kesegaran air terjun ditambah keindahan alam
lewat pepohonan yang mengelilinginya, Curug Cipurut tidak hanya
dijadikan sebagai spot wisata, tapi juga kerap dimanfaatkan sebagai
tempat camping, outbond, botram (makan bersama), serta objek foto untuk
mereka yang gemar selfie.
15. Sumber Air Panas Ciracas

Dua belas titik sumber mata air panas yang ada di sini siap menyambut
para pengunjung yang ingin berendam untuk menghilangkan pegal-pegal,
rematik, penyakit kulit, serta menyegarkan tubuh. Bonus bagi para
pengunjung yang datang ke tempat ini adalah indahnya panorama sekeliling
yang berlatarbelakang hamparan sawah dan pepohonan, serta hijaunya
perkebunan teh yang terbentang di kanan-kiri jalan saat menuju ke
lokasi.
Sayangnya, sumber air panas yang sudah dimanfaatkan sejak masa
penjajahan Belanda tersebut hingga kini masih belum dikelola secara
profesional, sehingga tidak ada pemasukan bagi pemerintah daerah. Begitu
juga dengan masyarakat yang menyediakan, bak-bak untuk berendam para
tamu yang datang, mereka tidak menetapkan tarif dan cenderung menerima
berapapun pemberian dari para tamu untuk jasa yang telah mereka berikan.
16. Giri Tirta Kahuripan
Lokasi: JL Raya Wanayasa, Desa Taringgul Tonggoh RT/RW:04/13 Wanayasa
Koordinat: Klik di sini
Tarif: Rp.20.000
Koordinat: Klik di sini
Tarif: Rp.20.000

“Serasa mandi di atas awan” ungkapan itulah yang pas untuk menggambarkan
suasana saat mandi di kolam renang yang ada di resort terindah di
Purwakarta yakni resort Giri Tirta Kahuripan yang berlokasi di atas
bukit dengan arak-arakan awan yang melintas di atas kepala. Tidak hanya
kesegaran air kolam renangnya saja yang disuguhkan oleh resort ini, tapi
juga berbagai wahana rekreasi yang bakal memberikan sensasi tersendiri
bagi mereka yang berkunjung ke sini.
Bagi Anda yang gemar berpetualang di alam bebas, tersedia ATV yang dapat
disewa seharga Rp.15.000/orang per 15 menit. Jika ingin berselancar,
telah disiapkan arena bermain seluncur air dengan membayar
Rp.10.000/orang. Tersedia pula lapangan futsal yang dapat disewa dengan
harga Rp.125.000/jam.
Pengunjung juga dapat memanfaatkan mobil yang telah disiapkan oleh
pengelola resort tersebut untuk menjelajahi seluruh area guna menikmati
pemandangan di sekeliling yang indah, seperti hamparan kebun manggis,
kebun buah naga, dan melihat aneka satwa seperti monyet merah, buaya
muara, rusa timur, ikan arapaima, burung kakak tuam serta satwa yang
lain.
17. Sentra Keramik Plered

Plered adalah kecamatan di Purwakarta yang luasnya sekitar 36,79 meter2.
Di kecamatan inilah berkembang industri keramik sejak tahun 1904 hingga
sekarang. Bahkan, keramik buatan Plered sudah banyak yang diekspor ke
luar negeri, sehingga tidak mengherankan jika Keramik Plered menjadi
ikon dari kabupaten Purwakarta.
sini dapat melihat secara langsung proses pembuatan keramik di
rumah-rumah penduduk yang menggantungkan hidupnya dari membuat keramik
dengan berbagai macam bentuk dan ukuran. Selain melihat secara langsung
proses pembuatan keramik, Anda juga dapat berbelanja berbagai jenis
keramik sebagai oleh-oleh dengan harga yang lebih murah dibanding tempat
lainnya.18. Goa Jepang dan Belanda

Sama halnya dengan daerah-daerah lain, Purwakarta pun memiliki jejak
sejarah yang menjadi saksi bisu dari perjalanan bangsa dan negara
Indonesia. Jejak histories tersebut terletak di gunung Gokaramai berupa
goa dengan lebar 2 meter, tinggi 1,5 meter dan kedalaman 300 meter.
Dikenal dengan Goa Jepang karena goa tersebut dibangun pada masa
penjajahan Jepang di tahun 1942 dan dipakai sebagai tempat
persembunyian.
Goa yang pembangunannya memakan banyak nyawa penduduk pribumi yang
dijadikan romusha tersebut, memiliki 3 pintu untuk keluar masuk, serta
12 kamar yang membentuk huruf T dengan masing-masing kamar berukuran
antara 3 – 6 meter. Selain digunakan sebagai tempat persembunyian, goa
tersebut oleh tentara Jepang juga dimanfaatkan sebagai gudang senjata
dan mesiu serta tempat stasiun radio Jepang untuk berkomunikasi.
Selain goa Jepang, terdapat pula Goa Belanda yang lokasinya sekitar 800
meter dari Goa Jepang. Goa ini memiliki satu lobang besar, serta dua
lobang kecil di kanan kirinya dengan posisi yang lebih tinggi. Goa yang
dibangun pada tahun 1941 ini dulu digunakan sebagai terowongan untuk
menghubungkan PLTA Bengkok, sebelum akhirnya berubah fungsi sebagai
Pusat Stasiun Radio Telekomunikasi bagi militer Hindia Belanda pada masa
perang kemerdekaan.
Kompleks Goa Jepang dan Goa Belanda tersebut, saat ini telah
dikembangkan sebagai destinasi wisata alam, dan kerap digunakan untuk
acara-acara camping, horse riding, agro wisata, lintas alam, dan
berbagai aktifitas wisata adventure lainnya.
19. Taman Pancawarna

Sejuk dan asri, suasana itulah yang bakal dirasakan saat memasuki
pendopo Kabupaten Purwakarta. Suasana yang nyaman tersebut tidak lepas
dari keberadaan Taman Pancawarna yang ada di depannya. Taman yang
berhias air mancur, jembatan dan patung macan putih ini ditanami dengan
berbagai macam bunga serta tanaman perdu yang membuat rindang serta
indah suasana di sekelilingnya.
Tidak heran jika masyarakat, bahkan para wisatawan dari luar kota banyak
yang menyempatkan diri untuk datang menikmati keindahan Taman
Pancawarna sambil berfoto ria. Bahkan pada setiap hari minggu atau hari
libur, tempat ini digunakan sebagai spot berolah raga dan senam, karena
taman ini memang terbuka untuk umum.
20. Ujung Aspal
Lokasi: Desa Pusaka Mulya, Kecamatan Kiara Pedes
Koordinat: Klik di sini
Tarif: Rp.3000
Jam Operasional: 07.00 – 17.00
Koordinat: Klik di sini
Tarif: Rp.3000
Jam Operasional: 07.00 – 17.00

Objek wisata terbaru yang ada di ujung Selatan Purwakarta ini menawarkan
panorama alam yang indah lewat jajaran pohon-pohon pinus yang berbaris
rapi. Udara sejuk akan menyambut para pengunjung yang ada di sini,
karena selain lokasinya dikelilingi pepohonan juga tidak jauh dari
gunung Burangrang.
Destinasi wisata yang dikelola oleh Perum perhutani ini juga melengkapi
Ujung Aspal dengan hammock atau ayunan tali, saung ijuk dan tempat duduk
khas tradisional Sunda yang berbahan kayu untuk memanjakan para
wisatawan.
Meski lokasi wisata berupa hutan pinus, namun untuk mencari berbagai
macam makanan tidaklah sulit, karena di sekitar spot wisata ini banyak
ditemui para penjual makanan dan minuman.
21. Gunung Lembu

Bagi penggemar wisata petualangan yang terhitung masih pemula, Gunung
Lembu sangat cocok untuk didaki, karena meskipun medannya sedikit
terjal, namun terhitung mudah untuk dijelajahi. Terlebih ketinggian
gunung Lembu hanya sekitar 1.000 mdpl dengan waktu tempuh sekitar 2 – 4
jam perjalanan, sehingga tidak terlalu menguras tenaga.
Menariknya, begitu sampai di puncaknya, Anda akan disuguhi panorama yang
menakjubkan berupa view Waduk Jatiluhur, serta gunung Bangkok dan
gunung Parang yang lokasinya berdampingan.
22. Gunung Bongkok

Sama halnya dengan gunung Lembu, gunung Bangkok juga cocok untuk para
penggemar wisata adventure yang masih pemula, sebab dengan ketinggian
hanya sekitar 875 mdpl, tidak terlalu melelahkan untuk didaki serta
dapat dipakai sebagai ajang pemanasan sebelum melakukan pendakian yang
lebih berat di jajaran seven summit yang ada di negeri ini.
Selain itu, gunung Bangkok lewat dua puncaknya yang bernama Puncak Datar
dan Puncak Batu Tumpuk juga memberikan view yang luar biasa bagi para
pendaki, berupa kaindahan panorama waduk Jatiluhur serta Gunung Parang.
23. Bukit Pinus Panyawangan Kiarapedes
Lokasi: Desa Pasir Muncang, Kecamatan Kiarapedes
Koordinat: Klik di sini
Tarif: Rp.5000/orang untuk sewa camping ground
Koordinat: Klik di sini
Tarif: Rp.5000/orang untuk sewa camping ground

bjek wisata yang resmi dibuka pada 23 Maret ini adalah pengembangan
lahan hutan pinus yang berada di bawah penanganan Perhutani bekerjasama
dengan Karang Taruna dan LMDH setempat. Di area wisata ini, pengunjung
dapat menikmati indahnya hutan pinus, terutama pada pagi dan sore hari,
karena di saat itu cahaya matahari yang menerobos sela-sela pohon pinus
menciptakan efek cahaya yang memukau.
Tidak hanya keindahan hutan pinus saja yang ditawarkan wanawisata ini,
tapi juga keindahan dari dua air terjun yaitu Curug Pamoyaman dan Curug
Manah Rasa. Selain itu, terdapat pula peninggalan sejarah, yaitu Goa
Jepang yang bernama Guha Panyileukan.
Untuk dapat lebih menikmati segarnya udara dan keindahan bukit pinus
Panyawangan, pihak pengelola telah menyiapkan arena camping ground yang
dilengkapi toilet bersih, sehingga sangat pas untuk dikunjungi bersama
rombongan, baik dengan keluarga maupun teman-teman. Tersedia pula jalur
Sepeda Gunung dengan rute sekitar 2000 meter dari puncak yang diberi
nama Pusakamulya Bike Park.
24. Bale Panyawangan
Lokasi: Nagritengah, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta
Koordinat: Klik di sini
Jam Operasional: Senin – Jumat 09.00 – 15.00 WIB, Sabtu – Minggu 09.00 – 13.00 WIB
Koordinat: Klik di sini
Jam Operasional: Senin – Jumat 09.00 – 15.00 WIB, Sabtu – Minggu 09.00 – 13.00 WIB

Bale Panyawangan yang memiliki arti “Tempat untuk Menerawang” adalah
museum sejarah perkembangan Kabupaten Purwakarta yang disajikan dalam
bentuk diorama digital lengkap dengan video-video yang berisi cuplikan
pidato para pemimpin Indonesia serta foto-foto Bupati yang pernah
menjabat di kabupaten Purwakarta. Terdapat pula berbagai macam arsip
sxerta buku digital yang menyuguhkan gambar bergerak berikut audio
narasi untuk menjelaskan gambar video yang ditampilkan.
Tampilan museum ini semakin menghibur dengan adanya teater kecil yang
menceritakan tentang sejarah Purwakarta yang dahulu bernama Sindang
Kasih. Satu lagi yang cukup menarik perhatian, pengunjung museum dapat
mengelilingi Purwakarta hanya dengan menggunakan sepeda onthel simulator
atau berfoto dengan Bupati Purwakarta saat ini dalam bentuk virtual.
Tempat ini menjadi semakin menarik, karena pengunjung yang datang sama
sekali tidak dipungut tiket masuk.
25. Masjid Agung Baing Yusuf

Landmark yang menjadi kebanggaan masyarakat muslim di Purwakarta ini
didirikan pada tahun 1830 oleh hoofdpanghulu (Penghulu Kepala) Kabupaten
Karawang, Raden Haji Yusuf (Baing Yusuf) pada masa pemerintahan Bupati
R.A.A. Suriawinata alias “Dalem Sholawat” (1830 – 1849). Sehingga masjid
inipun merupakan saksi bisu sejarah perkembangan kota Puwakarta.
Pada saat pertama kali dibangun, bentuk dari bangunan masjid ini sangat
sederhana dengan atap berbentuk tumpang, sebagaimana pada umumnya
masjid-masjid tradisional. Namun seiring dengan berjalannya waktu,
masjid itupun mengalami pemugaran dan penyempurnaan. Saat ini, bahkan
telah dihiasi dengan taman yang tertata indah, rapi dan bersih.
26. Kampoeng Sadang
Lokasi: JL. Veteran Gang Buana Indah, Desa Mulya Mekar, Kecamatan Babakancikao
Koordinat: Klik di sini
Tarif: Rp.150.000
Koordinat: Klik di sini
Tarif: Rp.150.000

Objek wisata dan edukasi yang mengusung konsep pedesaan ini menarik
untuk dikunjungi, karena tidak hanya memberikan fasilitas rekreasi pada
para wisatawan yang datang ke sini, tapi juga pembelajaran dan
pengembangan sumber daya manusia lewat agrowisata, baik yang berkaitan
dengan pertanian maupun peternakan.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia tersebut dilakukan lewat
berbagai aktifitas indoor maupun outdoor, karena di Kampoeng Sadang
tersedia fasilitas yang lengkap, seperti area untuk menggelar camp
ground, gathering/outbond, Kids Activity, area pertanian dan peternakan
serta yang lain, termasuk penyediaan tempat untuk meeting, conference,
exhibitions, berikut berbagai infrastruktur untuk menggelar berbagai
macam acara, mulai dari acara kecil seperti arisan, reuni, pesta
perkawinan sampai dengan acara besar seperti konser musik.
27. Desa Wisata Pasanggrahan
Lokasi: Desa Passanggrahan, Kecamatan Bojong
Koordinat: Klik di sini
Tarif: Rp.150.000/malam untuk setiap pengunjung yang menginap di homestay.
Koordinat: Klik di sini
Tarif: Rp.150.000/malam untuk setiap pengunjung yang menginap di homestay.

Tempat wisata pendidikan untuk pembinaan siswa dengan nuansa pedesaan
ini menyuguhkan atmosfir pedesaan lewat hamparan sawah dan bebukitan,
pepohonan yang hijau, areal perkebunan rakyat berlatar belakang Gunung
Burangrang, lengkap dengan rumah panggung tradisional serta sungai yang
masih alami dan jernih.
Aktifitas menarik yang akan ditemui para wisatawan utamanya pelajar yang
datang dan menginap di homestay, mereka akan diajak untuk menjalankan
aktifitas yang dilakukan pemilik rumah. Salah satu misal, jika pemilik
rumah bertani, maka pengunjung atau pelajar itupun harus ikut membantu
pemilik rumah mengerjakan lahan pertanian.
28. Curug Ponggang
Lokasi: Desa Sukajaya, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta dan Desa Ponggang, Kecamatan Serangpanjang, Subang.
Koordinat: Klik di sini
Koordinat: Klik di sini

Meski disebut curug, namun Curug Ponggang tidak sebagaimana air terjun
pada umumnya yang airnya langsung jatuh dari atas tebing menuju ke
bagian permukaan curug. Air yang ada di sini keluar dari gorong-gorong
alami dengan pancaran yang deras menghantam batu-batu kali yang memiliki
tekstur yang indah.
Curug Ponggang sempat populer pada sekitar tahun 2002 – 2005 dan banyak
dikunjungi para wisatawan. Namun, karena akses yang menuju ke tempat
ini, terutama pada sektor transportasi sangat minim, ditambah tidak
adanya fasilitas yang mendukung kenyamanan para wisatawan, serta alasan
mistis yang konon Curug Ponggang dijaga oleh Buto Ijo, membuat
pengunjung wisata air terjun ini semakin berkurang.
29. Mata Air Cisaladah

Begitu jernihnya mata air yang satu ini, hingga dasar kolam beserta
lumut-lumutnya dapat dilihat dengan jelas dari atas permukaan air. Itu
sebabnya, meski Purwakarta tidak memiliki wisata laut dan pantai, namun
warganya masih dapat melakukan aktifitas snorkeling dengan menyelam di
jernihnya mata air Cisaladah yang juga dijadikan habitat ikan emas.
30. Kuburan Kereta

Jika ingin menyaksikan pemandangan unik yang instagramable untuk
dijadikan background foto, datang saja ke Stasiun Purwakarta, dan
temukan 50 lebih gerbong kereta api yang sudah tidak terpakai dengan
berbagai warna dan dan berbagai jenis yang ditumpuk sebagaimana
permainan lego dalam bentuk raksasa. Gerbong-gerbong tersebut ada yang
bekas KRL Rheostatik, Hitachi, AC Toyo Rapid 1000, BN-Holec, Tokyo Metro
5000, serta jenis lainnya yang semuanya tidak dipakai karena digantikan
KRL Commuter Line.
31. Situ Cikamar

Berjarak sekitar 20 km dari pusat kota Purwakarta, keberadaan Situ
Cikamar jika dilihat dari pinggir jalan tertutup oleh pemukiman
penduduk. Untuk itu, jika ingin menuju ke lokasi, harus sedikit bersusah
payah dengan berjalan kaki. Begitu sampai di tempat, Anda akan
menjumpai sebuah danau yang masih perawan, karena belum tersentuh sama
sekali oleh industri pariwisata, namun telah mampu menyuguhkan
pemandangan yang menawan.
Selain pemandangan indah yang menarik untuk dijadikan objek foto, para
pengunjung juga dapat menikmati aktifitas memancing yang disediakan oleh
penduduk setempat, karena selama ini air dari Situ Cikamar selain
dimanfaatkan untuk irigasi pertanian juga dijadikan tempat memelihara
ikan.
Jika danau ini digarap dengan serius untuk menunjang industri pariwisata
di Purwakarta, bisa dipastikan akan mengundang banyak wisatawan, karena
selain menawarkan pemandangan yang indah, kawasan di sekitar danau juga
dapat dimanfaatkan untuk wisata kuliner, sedang danau itu sendiri dapat
digunakan untuk berbagai kegiatan wisata air.
32. Parang Gombong

Nikmati aktifitas berperahu yang mengasikkan di Parang Gombong, sambil
memancing atau menikmati pemandangan sekeliling yang indah.
Perahu-perahu tersebut dapat dijumpai dengan mudah, karena penduduk
setempat selain mengais rejeki dari para wisatawan lewat usaha kuliner
dengan membuka warung-warung, sebagian juga ada yang menyewakan perahu
untuk mengantar para wisatawan yang ingin berkeliling danau Parang
Gombong atau menyeberang dan mendarat di pulau-pulau kecil yang ada di
sekitarnya. Di pulau-pulau kecil itulah para wisatawan dapat menikmati
makanan yang dibawa dari rumah, atau membakar ikan hasil dari mengail
untuk disantap.
33. Kampung Andir

Deretan rumah adat Sunda berbentuk panggung, berdinding bilik dan
beratap ijuk sejumlah 66 buah rumah merupakan pemandangan yang menarik,
utamanya bagi mereka yang berasal dari luar Jawa Barat. Rumah-rumah
tersebut cukup sederhana, karena hanya memiliki satu kamar tidur, kamar
mandi, dapur dan ruang utama. Sedang bagian depannya terdapat jojodog
(balkon) sebagaimana ciri dari rumah-rumah khas Sunda. Meski kecil dan
sederhana, rumah tersebut mengundang perhatian banyak orang karena
bentuknya yang seragam dan membawa ciri khas rumah Sunda.
Ada yang salah? Punya kritik dan saran? Sampaikan di kolom komentar dibawah ini ya kakak
Dibangunnya 66 buah rumah tersebut, sebenarnya merupakan bantuan yang
diberikan pemerintah daerah Purwakarta kepada penduduk Cilawang yang
kehilangan tempat tinggal mereka akibat longsor. Namun, proyek jangka
panjang dari pemerintah adalah mengembangkan Kampung Andir yang juga
dikenal dengan nama Kampung Baru sebagai Desa Wisata. Untuk itulah
infrastruktur yang ada di kampung tersebut terus ditingkatkan dan
disempurnakan, sementara penduduknya terus diberi pelatihan.
34. Taman Pasanggrahan
Lokasi: JL. Veteran No.134, Ciseureuh
Koordinat: Klik di sini
Jam Operasional: Minggu 08.00 – 12.00 WIB
Koordinat: Klik di sini
Jam Operasional: Minggu 08.00 – 12.00 WIB

Bertujuan untuk melestarikan budaya Sunda, lebih khusus melestarikan
permainan dan jajanan tradisional, didirikanlah Taman Pasanggrahan yang
merupakan wisata edukasi, terutama bagi anak-anak. Taman yang berada di
kompleks perkantoran Pemda Purwakarta ini, dikelilingi pepohonan yang
bagian tengahnya terdapat air mancur dengan tanaman hias, dan di
beberapa sisi dapat ditemui leuit serta saung-saung makanan.
Di sini anak-anak akan diajak dan diajari memainkan berbagai macam
permainan tradisional, seperti gasing atau panggal, galah santang, bola
bekel, bebedilan, bebeletokan, egrang, congklak, serta kaulinan barudak
atau permainan tradisional yang lain. Tentu saja, mereka juga dipinjami
peralatan untuk bermain. Selain itu, para pengunjung juga dapat melihat
secara langsung, bahkan belajar membuat berbagai jenis makanan
tradisional, seperti Sangu Akeul, Kicimpring, Opak, Gula Aren, serta
yang lain.
35. Galeri Menong

Bagi para wisatawan yang ingin membawa pulang oleh-oleh khas Purwakarta,
tidak perlu harus mengumpulkan satu persatu dari daerah-daerah yang
menjadi produsen dari buah tangan tersebut, karena sejak pertengahan
Desember, Pemerintah Daerah Purwakarta telah membuka Galeri Menong yang
menjual berbagai macam makanan dan souvenir khas Purwakarta.
Berbagai macam souvenir yang dapat dijumpai di sini, diantaranya adalah:
keramik Plered, batik khas Purwakarta dengan corak gerabah, dan
berbagai macam kerajinan. Sementara untuk produk makanan khas
Purwakarta, diantaranya adalah sate Maranggi, Simping, Semprong serta
yang lain.
Seluruh souvenir dan produk makanan khas Purwakarta yang dijual di
Galeri Menong adalah produk dari UMKM yang menjadi binaan dari Dewan
Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Purwakarta, sebab
didirikannya outlet produk lokal ini, selain untuk mempermudah wisatawan
dari luar daerah yang ingin mendapatkan oleh-oleh khas Purwakarta, juga
sebagai wadah publikasi bagi produk UMKM yang ada di Purwakarta.


No comments:
Post a Comment